International System Post Cold War

     

 

   Di Abad 20, dunia telah melewati tiga fase terbesar dalam sejarah hubungan antar negara. Ditandai dengan 2 kali perang dunia yang menimbulkan banyak korban dan perang dingin yang menghadirkan kompetisi antara kekuatan besar didunia untuk menjadi negara adikuasa.

     Ketiga fase yang terjadi itu mencerminkan bahwa kekuatan yang dimiliki setiap negara negara besar akan mampu untuk mempengaruhi sistem internasional secara menyeluruh. Sistem internasional terbentuk berdasarkan kondisi kekuatan yang dimiliki oleh suatu negara yang berada jauh posisi di atas negara-negara yang lain. Jika menggunakan level analisis individual decision maker, pola interaksi antarnegara diatur oleh sistem internasional yang mengacu kepada satu negara dan setiap negara cenderung bergantung kepada instruksi yang diberikan oleh negara pemimpin tersebut. Kepemimpinan dan keputusan-keputusan pemimpin negara mencerminkan perubahan dalam sistem internasional secara berkala.

    Sebelum perang dunia, sistem internasional merupakan bentuk dari multipolar  dimana kekuasan dibagi antar negara negara besar, tergantung bagaimana sebuah negara itu mengkolonialisasi negara-negara lain. Sistem ini mengakibatkan banyak negara-negara besar ingin menguasai satu sama lain. Sistem internasional bersifat anarki (tidak ada otoritas sentral yang melindungi suatu negara dari negara lain), setiap negara harus tetap survive dengan caranya masing-masing.[1]

        Walaupun menciptakan balance of power, sistem mulitpolar sebelum perang dunia dinilai tidak memiliki kontrol karena gagalnya lembaga internasional seperti LBB dalam membendung kekuatan negara-negara besar. Selain itu, pada era 1930-1945 mengandung banyak keputusan-keputusan kontroversial dari para pemimpin negara-negara maju. Kita ketahui bagaimana tumbuh suburnya gerakan fasisme pada tahun 1930 hadirnya kekuatan militer Hitler dan Mussolini mengakibatkan banyaknya spekulasi politik yang tidak terbatas di daratan Eropa.  Jepang juga membangun imperium militer  yang dominan di Asia dan kekuatan besar sekutu Amerika Serikat merupakan alasan khusus akan terjadinya perang dunia.

       Indiosinkratik dari para pemimpin mempunyai pengaruh yang cukup besar bagi perubahan sistem internasional baik sebelum maupun sesudah perang dunia. Kita ketahui bagaimana pengaruh yang signifikan dari Tokoh Fasisme Hitler dan Mussolini untuk menciptakan ketegangan di daratan Eropa. Keputusan kontroversial dari presiden ke-33 Amerika Serikat, Harry S. Tauman atas Manhattan Project atau Pemimpin Uni Soviet Josef Stalin yang bersikeras akan ideololgi Komunisme negaranya.

    Kekuatan dari sosok sosok kontroversial ini menciptakan alur politik internasional yang berbeda juga. Perubahan signifikan pasca perang dingin mengakibatkan banyak negara mundur dan merekonsiliasi dampak perang yang ditimbulkan terhadap negaranya dan menyisakan 2 kekutan politik, militer , Ideologi antara Uni Soviet dan Amerika bersaing menjadi hegemoni terkuat ras manusia.

         Hegemoni adalah terkonsentrasikannya sebagian besar kekuasaan yang ada di satu kutub dalam sistem internasional, dan teori tersebut berargumen bahwa hegemoni adalah konfigurasi yang stabil karena adanya keuntungan yang diperoleh negara adikuasa yang dominan dan negara-negara yang lain dari satu sama lain dalam sistem internasional[2]

       2 ideologi Kapitalisme dan Komunisme menciptakan perubahan sistem internasional dari  multipolar menuju bipolar. Bipolar menciptakan ketegangan karena kekuatan dunia hanya terpusat dalam 2 blok, blok barat dan blok timur antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Perlombaan senjata, teknologi, dan segala aspek hubungan internasional terkonsentrasi di dua kutub yang berbeda.

        Namun keruntuhan Uni Soviet pada awal 1990 mengubah jalan cerita dunia, menyisakan blok barat untuk menjadi hegemoni tunggal dalam tatanan dunia  dan  berubah menjadi unipolar dimana Amerika Serikat sebagai kekuatan besar dan tunggal yang berkuasa pasca jatuhnya Uni Soviet. Sistem ini pun tidak akan bertahan lama karena pada abad 21 bangkitnya ekonomi Cina, Jepang dan integrasi negara-negara Eropa Barat melalui Uni Eropa akan mewujudkan suatu tatanan dunia yang multipolar dan menciptakan balance of power.

            Perubahan internasional terjadi ketika Negara-negara besar muncul dan tenggelam, dan dengan demikian kekuatan akan bergeser. Alat-alat yang khas dari perubahan itu adalah perang negara-negara berkekuatan besar. Namun dibalik itu semua, pemimpin suatu negara mengemban tugas yang paling berat untuk mengambil keputusan untuk menciptakan perang atau damai di muka bumi ini.

Advertisements
This entry was published on June 22, 2012 at 9:54 am and is filed under International Politics. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: