The Tyranny Of Difference: Perceptions Of Australian Defence Policy In Southeast Asia

THE TYRANNY OF DIFFERENCE:

PERCEPTIONS OF AUSTRALIAN DEFENCE

POLICY IN SOUTHEAST ASIA

David Bolton

Strategic and Defence Studies Centre

The Australian National University

 

Buku ini membahas tentang upaya Australia untuk membangun hubungan kerjasama keamanan dengan negara di Asia Tenggara. Membahas 3 kajian dalam Kebijakan luar negeri Australia terkait kemanan yaitu; analisis Defence 2000: Our Future Defence Force (D2000), membahas mengenai hubungan dekat Australia dengan kultur barat dan aliansinya bersama Amerika Serikat dalam menggunakan strategi militer proaktif.

Australia sempat mendapat kecaman dari beberapa negara di Asia Tenggara terkait kebijakan untuk menerapkan strategi pre-emptive srtikes terhadap teroris yang dapat membahayakan warga negara dan kawasan Australia. Malaysia, Philipina, Thailand dan Indonesia melayangkan nota protes dan bereaksi keras atas kebijakan ini karena merasa akan menjadi ancaman terhadap kedaulatan negara mereka. Stetment yang dinyatakan setelah terjadinya Bom Bali menyoroti perbedaan ideologi antara Australia dan Asia Tenggara terkait kemanan regional, kebijakan luar negeri dan hadirnya ancaman intervensi militer dari blok barat.

Australia mengumumkan kebijakan pertahann dalam Defence 2000: Our Future Defence Force (D2000).[1] Australia akan melajutkan membangun keamanan kawasan Asia Pasifik yang berdasarkan kepentingan strategis bersama dan menghormati kedaulatan negara satu sama lain. Namun,D2000jugakembalimenegaskan, aspek politikdanstrategi militer, seringkali mengagalkan upayaAustralia untukmeningkatkan kerjasama kemanan di kawasan Asia Pasifik.

 

Security Culture in Southeast Asia

Asia Tenggara merupakan wilayah yang cukup beragam dalam hal politik, agama dan sebagai kawasan koloni, berdasarkan alasan itulah timbulnya sejumlah kekhawatiran tentang keamanan yang berasal dari kondisi geografi yang strategis, pengalaman dijajah dan tantangan dalam pembangunan ekonomi.

Intervensi militer dan budaya asing kerap menjadi ancaman tersendiri, maka dari itu menjaga kedaulatan nasional dan keutuhan wilayah merupakan hal teramat penting. Kawasan ini juga negara seringkali harus berjuang terhadap ancaman yang datang dari dalam negeri seperti kelompok separatis agama, etnis, atau kelompok pemberontak.[2] Ancaman internal seperti ini secara tidak langsung meningkatkan kesiapan kapabilitas pertahanan angkatan bersenjata di Asia Tenggara, dan kewaspadaan akan timbulnya intervensi pihak asing dalam konflik internal.

Berakhirnya era penjajahan dan Perang Dingin telah mendorong negara Asia Tenggara untuk ikut serta dalam berbagai organisasi internasional, termasuk PBB, Gerakan Non-Blok dan ASEAN Regional Forum (ARF). Upaya untuk membangun mekanisme kerjasama keamanan dilakukan dengan mengadopsi pendekatan collective security untuk menjaga keseimbangan kekuatan dikawasan ini. Namun, lemahnya dukungan dan masih terbelit persoalan dalam negeri mengakibatkan negara-negara di Asia Tenggara hanya mengandalkan kerjasama bilateral untuk menjaga keamanan di kawasan ini.

 

Australia and the Threat from the West

D2000 menjelaskan bahwa Australia sebagai pelopor dari pemikiran politik Barat di Asia Tenggara, hal ini menghambat Australia untuk membangun hubungan kerjasama keamanan di kawasan. Fokus utama Barat dengan Asia Tenggara dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori: Globalisasi, Hak Asasi Manuasia dan prinsip humanitarian intervention. Konflik antara Barat dengan kultur Asia dan Islam seringkali mengakibatkan perbedaan prespektif yang berimplikasi merugikan Australia untuk menjalin kerjasama.

Australia mempunyai hubungan yang erat dengan militer Barat, terutama dengan Amerika Serikat (AS). D2000 menyatakan bahwa AS sekarang memegang kendali dominan yang memungkinkan untuk meningkatkan stabilitas keamanan dan melanjutkan kerjasama untuk kepentingan kedua negara. Upaya Australia dapat menjembatani kepentingan sekaligus membuka jalan bagi Amerika Serikat untuk memasuki kawasan Asia Pasifik.

D2000 menggambarkan langkah Australia untuk menggunakan strategi militer yang lebih proaktif yang mampu mengendalikan kekuatan maritim, menyerang musuh sejauh mungkin dari kawasan lepas pantai. Hal inilah yang menjadi kontroversi dan memicu timbulnya ancaman bagi negara-negara Asia Tenggara.

Aspek-aspek dalam D2000 menghambat upaya Australia untuk membangun kerjasama dengan negara kawasan ASEAN menjadi semakin sulit diakibatkan oleh besarnya potensi ancaman keamanan, dan kewaspadaan terhadap setiap intervensi asing.

Ambisi Australia untuk membangun hubungan kerjasama keamanan dengan Asia Tenggara ini dipengaruhi oleh  kuatnya hubungan dengan nilai-nilai Barat yang menggunakan strategi militer yang proaktif. Posisi Australia sebagai negara Barat dan sekutu AS telah membuatnya menjadi ancaman dan fokus perhatian negara di kawasan Asia Tenggara.

Kesenjangan antara kepentingan Australia dan Asia Tenggara menghambat upaya untuk membangun hubungan kerjasama keamanan dikawasan. Australia harus mencoba mengadopsi pendekatan yang lebih fleksibel jika mereka ingin memanfaatkan potensi yang dimiliki kawasan ini untuk membangun kerangka keamanan berdasarkan asas kepentingan bersama.


[1]Department of Defence, Defence 2000: Our Future Defence Force, (Defence Publishing Service, Canberra, 2000).

[2] F R von der Mehden, ‘Religion and Security in Southeast Asia’, Asian Security Handbook, (eds W M Carpenter and D G Wiencek (eds.), M E Sharpe, New York, 1996, p. 101.

Advertisements
This entry was published on June 22, 2012 at 11:06 am and is filed under Review Journal. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: